Sabtu, 05 Juni 2010

Belajar VB Net

Praktek yang pertama saya mencoba bikin aplikasi standar dulu ah. Maklum masih pemula dalam hal programming. Kali ini saya akan belajar bahasa Pemrograman VB. Net. Pertama bikin form seperti dibawah in:


Beberapa komponen yang dibutuhkan diantaranya adalah:
- Textbox1
- Timer1
- StatusStrip1 (- ToolStripStatusLabel1, ToolStripStatusLabel2)

Listing Programnya adalah sebagai berikut :

Public Class Form1
Dim waktu As Date
Dim tanggal As String
Dim pass As String
Dim PASS1 As String
Dim password As String

Private Sub Timer1_Tick(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Timer1.Tick
waktu = Format(Now(), "HH:mm:ss")
tanggal = Format(Now(), "ddd, dd-MM-yyyy")
ToolStripStatusLabel1.Text = tanggal
ToolStripStatusLabel2.Text = waktu
pass = Format(Now(), "mm")
PASS1 = Format(Now(), "ddMM")
password = PASS1 + pass
TextBox1.Focus()
End Sub

Private Sub TextBox1_KeyPress_1(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TextBox1.KeyPress
If e.KeyChar = Chr(13) Then
Me.TextBox1.Focus()
If TextBox1.Text = password Then
MsgBox("Password Yang Anda Masukkan Benar")
TextBox1.Clear()
TextBox1.Focus()
Else
MsgBox("Password Yang Anda Masukkan Salah")
TextBox1.Clear()
TextBox1.Focus()
End If
End If
End Sub
End Class

Minggu, 30 Mei 2010

Belajar Programming T-Sql Consule

Sudah Lama sekai nich aqu tidak lagi menggerakan jari - jari tanganku di atas Keyboard komputer lamaku.....

Ah untuk saat ini aku lagi belajar Database MySql dan sengaja kutuangkan di dalam Blogku, agar sewaktu-waktu aku bisa membukanya kapanpun dan mungkin temen-temen bisa belajar bersama bagaimana bermain dengan Database Programming T-Sql.

Pertama yang dibutuhkan untuk bisa bermain dengan Programming T-Sql tentunya Sql Server. Tapi disini aku pakai software Appserv aja,,,,, Karena apa? ya karena aku tahunya baru itu aja dulu. Nah setelah Appserv berhasil diinstall di komputer kita. Kita langsung aja menuju ke TKP yaitu pakai Command Promptnya Windows. Karena kita belajar pakai consule dulu... Setelah Terinstal pastikan Service Sql pada service Administrative tools dalam kondisi start, caranya masuk dulu ke Control Panel dan pilih Administrative Tools.


Perintah yang pertama kita tulis untuk masuk ke sever Sql kita caranya lumayan mudah, perintahnya adalah sebagai berikut.

D:\>mysql -p -uroot -h localhost
Enter password: ******

Tulis
an yang berwarna merah adalah perintah yang kita ketikkan. Karena kita masuk menggunakan administrator root maka perintahnya menggunakan -uroot dan -h localhost karena kita belajar di komputer pribadi yang tidak terhubung dengan suatu jaringan. Password diatas yaitu password root sesuai dengan yang kita isikan pada saat kita pertama kali menginstall Appserv.

Karena kondisi Komputer kita masih kosong, langkah yang pertama tentunya kita buat database terlebih dahulu. Nah perintahnya adalah ini:

kita ketikkan perintah ini untuk melihat database yang ada:

mysql> show databases;

Cara membuat databasenya adalah sebagai berikut:


mysql> create database pegawai;

Nah Setelah kita membuat database yang kita inginkan, kita cek dulu lagi dengan perintah

mysql> show databases;

Ingat setiap selesai menulis sintak jangan lupa diakhri dengan tanda (;). Langkah selanjutanya kita pilih dulu database yang kita buat tadi dan setelah itu kita tinggal buat tabel-tabel yang dibutuhkan:

mysql> use pegawai;

mysql> create table identitas2(NIP varchar(5), nama varchar(25), kota varchar(15), tgl date , jenis_kel char(1));

mysql> desc identitas2;

mysql>insert into identitas2 values('0001','Andi','Semarang','2010-05-05','L');

mysql>insert into identitas2 values ('0002','Agus','Semarang','2010-05-04','L'), ('0003','Ani','Semarang','2010-05-05','P');

mysql> alter table identitas2 add alamat varchar(5) after nama;

mysql> alter table identitas2 change tgl tanggal date;

mysql> alter table identitas2 change tgl tanggal date;

mysql> alter table identitas2 modify kota char(10);

mysql> alter table identitas2 change jenis_kel sex char(1);

mysql> alter table identitas2 modify sex enum('P','L','l','p');


Share/Bookmark

Kamis, 31 Desember 2009

Baca ADC

Pada artikel lalu kita mencoba bagaimana menampilkan data yang dikirim melalui portA dan ditampilkan pada display 7segment dalam bobot desimal. Nah...... sekarang kita mencoba ambil data dari hasil pembacaan adc internal. Gimana caranya,,, sangat mudah (jika kita bisa).... key...

Kita masih menggunakan rangkaian yang sama seperti kemaren. Dan sungguh sangat mudah, kita hanya menambahkan beberapa subroutin saja. Karena kita masih terbilang pemula kita pakai saja fasilitas Wizard dari Code Vision yang ada. Pertama kita aktifkan fungsi ADC internal dulu. Nach... ini caranya..



Kita masih pakai Listing Code yang kemaren dan tinggal kita tambahkan beberapa baris subroutin, Nach Listing codenya seperti ini :

;
;

while (1)
{
// Place your code here
nilai=read_adc(0);
data=nilai/1024;
data=data*500;
hextobcd(data);
tulis_7segmen ();
};
}

Nach... Listing tepat dibawah While(1) tinggal diganti saja dengan potongan listing code seperti diatas. Penjelasannya adalaha masukan dari Pin adc0 akan disimpan pada variable nilai (inget... pakai variable float saja), setelah itu bobot pada variable nilai dibagi 1024 karena adc yang kita pakai 10 bit, tapi kalau kita pakai 8 bit ya dibagi 256. Setelah dibagi dengan bobot bit adc langkah selanjutnya dikalikan dengan tegangan referensi dari adc internal yang kita pakai. Pada contoh ini teg referensi yang dibapakai 5 Volt maka dikalikan dengan 500 jika kita pakai 2.56 v maka dikalikan dengan 256. dah sekarang silahkan coba, Semoga berhasil.

Share/Bookmark

Jumat, 06 November 2009

Desain Program dengan Metode State Chart

Pada Tutorial kali ini, aqu akan mencoba membagikan apa yang aqu tau. Pada tulisan aqu ini, aqu akan menjelaskan bagaimana caranya kita bikin program. Tapi sesi kali ini aqu akan menjelaskan dari sisi pendesain bukan dari sisi programmer, walau nanti kita akan membahas bagaimana realisasi programnya juga, so ga usah khawatir. Artikel ini hanya akan mengambil contoh yang sederhana saja, karena,,,, maklum aqu juga lagi belajar.

Temen-temen pasti sudah tau dan sering mendengar dengan Algoritma Flow Chart atau diagram alir, Yah bagi kita khususnya dari teknik elektro maupun elektronika sudah sering menggunakan Algoritma diagram alir untuk mendesain suatu program. Namun kalau misalnya ditelaah lebih dalam, ada kalanya diagram alir kurang cocok untuk perancangan program yang relatif besar dan kompleks atau yang bersifat reaktif, kadang kala kita juga terlalu memaksa, bisanya jika program itu besar dan sangat kompleks, kita paksakan dengan diagram alir agar permasalahan dapat terselesaikan. Jadi aqu saranin jika nantinya kita mau merancang sistem kontrol yang mempunyai karakteristik reaktif dan selalu selalu berinteraksi dengan lingkungan (seperti aplikasi user interface, kontrol proses, kontrol pengawasan, dsb.), maka Statechart merupakan metode yang sangat cocok digunakan sebagai basis perancangan.

Namun Sedangkan jika sistem yang akan anda bangun cenderung bersifat transformatif (seperti aplikasi akusisi dan pengolahan data), maka metode yang nampaknya tepat digunakan diantaranya adalah diagram flow chart.

Nah... pada tulisan aqu ini, aqu akan mengenalkan Metode FSM (Finite State Machine) atau yang sering disebut Diagram state (State Chart Machine) adalah salah satu meode untuk menggambarkan proses operasi sebuah sistem. Sistem berbasis keadaan dapat digambarkan dengan keadaan-keadaan sistem tersebut dan transisi diantaranya. FSM ini merupakan metode yang relatif lebih mudah dan kita tidak lagi dipusingkan dengan beberapa aturan, jika pada Flow Chart kita harus mengikuti beberapa aturan seperti bentuk-bentuk dan simbol dari Flow Chart tersebut. Namun pada metode FSM kita hanya akan mengenal bentuk lingkaran saja dan anak panah, hal tersebut juga tidak ada aturan baku. jadi mau bentuk kotak, lonjong atau apapun terserah anda.

Nah... sekarang kita akan masuk pada sesi bagaimana caranya merancang dengan FSM. Pada contoh yang paling sederhana dengan 2 keadaan (state). Penjelasan gambar dibawah ini ada dua kondisi yaitu state On dengan state Off, yang mana kondisi awal adalah state Off, dan transisi akan menuju ke state On bilamana ada masukan Off maka state akan menuju ke state Off dan jika dari state Off mendapat masukan yang sesuai dengan masukan On maka state sekarang akan menuju ke state On. Begitu akan seterusnya kondisi seperti itu berlangsung.


under construction

Share/Bookmark

Jumat, 16 Oktober 2009

Tampilan 7Segment 4 digit

Huh,, pada tutorial kali ini kita saya akan membahas bagaimana caranya menggunakan tampilan display 7segment 4 digit menggunakan mikrokontroller ATmega8535 dengan Bahasa C yang paling sederhana, selanjutnya anda bisa memodifikasinya sendiri. Sebelum saya menyampaikan bagaimana listing program untuk membuat display dari 7segment saya paparkan dahulu rangkaian display 7segment tersebut. pada perancangan ini kita menggunakan teknik multiplexing untuk mengaktifkan 4 digit 7segment agar menyala secara bersamaan. Pada teknik ini sebenarnya tampilan angka yang tampil itu, menyala secara bergantian seperti layaknya multiplexer. Karena daya frame tangkap kita terbatas sehingga nyala 4 digit 7segment tampak menyala bersamaan. Nah.. sebelum saya lama-lama membahas ini, dan takutnya kata-kata yang saya tulis nanti akhirnya ngelantur kemana-mana, langsung aja ke topik permasalahan.

Dibawah ini merupakan rangkaian tampilan 4 digit 7Segment yang saya buat di PCB dengan menggunakan bantuan Protel Altium 2004, tentunya dengan teknik yang sederhana yaitu teknik sablon ala Setrika Ibuku...


Rangkaian diplay 7Segment 4 digit.

Rangkain diatas merupakan rangkaian display 7segment 4 digit. Kaki IC driver 7segment 7447 (pin A,B,C,D) berturut-turut terhub dengan port (C.0, C.1, C.2, C.3), sedangkan digit yg pertama terhubung dengan Port C.4 sampai C.7. Nah gambar yang dibawah ini merupakan realisasi rangkaian dalam Desain layout PCB yang saya buat, filenya bisa anda download disini dan disini. Rangkaian kontroller yangt digunakan terserah anda, namun pada tulisan ini saya menggunakan controller dari Atmel type AVR seri ATmega8535.


Pada sesi kali ini saya akan langsung masuk ke sesi coding, Pada tutorial kali ini saya menggunakan tool CodeVision dengan Pemrograman bahasa C. Langkah yang pertama anda bikin project baru dengan CodeWizardAVR pada CodeVision. Setting PORTA sebagai input dan PORTC sebagai Output, dan yang paling penting anda setting jenis mikrokontroler ATmega8535 pada tab chip sesuai dengan jenis IC mikrokontroler yang kita gunakan. Sesuaikan nilai Clock pada tab Chip sesuai dengan Sistem Minimum yang dipakai. Pada latihan ini saya pakai nilai kristal sebesar 11.059200 MHz. Setelah selesai anda setting parameter yang sesuai, pilihlah Generate, save & exit pada menu file, dan listing programnya akan seperti ini:



/*****************************************************
Project :
Version :
Date : 10/16/2009
Author : Musafir86
Company : Musafir86
Comments:


Chip type : ATmega8535
Program type : Application
Clock frequency : 11.059200 MHz
Memory model : Small
External SRAM size : 0
Data Stack size : 128
*****************************************************/

#include
#include


// Declare your global variables here
void tampil_7segmen(void);
void hextobcd (unsigned int data);
unsigned int data=0;
unsigned char satuan,puluhan, ratusan, ribuan=0;

void main(void)
{
// Declare your local variables here

// Input/Output Ports initialization
// Port A initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTA=0x00;
DDRA=0x00;

// Port B initialization
// Func7=Out Func6=Out Func5=Out Func4=Out Func3=Out Func2=Out Func1=Out Func0=Out
// State7=0 State6=0 State5=0 State4=0 State3=0 State2=0 State1=0 State0=0
PORTB=0xFF;
DDRB=0xFF;

// Port C initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTC=0x00;
DDRC=0xFF;

// Port D initialization
// Func7=In Func6=In Func5=In Func4=In Func3=In Func2=In Func1=In Func0=In
// State7=T State6=T State5=T State4=T State3=T State2=T State1=T State0=T
PORTD=0x00;
DDRD=0x00;

// Timer/Counter 0 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 0 Stopped
// Mode: Normal top=FFh
// OC0 output: Disconnected
TCCR0=0x00;
TCNT0=0x00;
OCR0=0x00;

// Timer/Counter 1 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 1 Stopped
// Mode: Normal top=FFFFh
// OC1A output: Discon.
// OC1B output: Discon.
// Noise Canceler: Off
// Input Capture on Falling Edge
// Timer 1 Overflow Interrupt: Off
// Input Capture Interrupt: Off
// Compare A Match Interrupt: Off
// Compare B Match Interrupt: Off
TCCR1A=0x00;
TCCR1B=0x00;
TCNT1H=0x00;
TCNT1L=0x00;
ICR1H=0x00;
ICR1L=0x00;
OCR1AH=0x00;
OCR1AL=0x00;
OCR1BH=0x00;
OCR1BL=0x00;

// Timer/Counter 2 initialization
// Clock source: System Clock
// Clock value: Timer 2 Stopped
// Mode: Normal top=FFh
// OC2 output: Disconnected
ASSR=0x00;
TCCR2=0x00;
TCNT2=0x00;
OCR2=0x00;

// External Interrupt(s) initialization
// INT0: Off
// INT1: Off
// INT2: Off
MCUCR=0x00;
MCUCSR=0x00;

// Timer(s)/Counter(s) Interrupt(s) initialization
TIMSK=0x00;

// Analog Comparator initialization
// Analog Comparator: Off
// Analog Comparator Input Capture by Timer/Counter 1: Off
ACSR=0x80;
SFIOR=0x00;


while (1)
{
// Place your code here
data=PINA;
hextobcd(data);
tampil_7segmen ();
};
}
void tampil_7segmen (void)
{
ribuan|=0x70;
PORTC=ribuan;
delay_us(500);
ratusan|=0xB0;
PORTC=ratusan;
delay_us(500);
puluhan|=0xD0;
PORTC=puluhan;
delay_us(500);
satuan|=0xE0;
PORTC=satuan;
delay_us(500);
}

void hextobcd(unsigned int data)
{
satuan=data%10;
data/=10;
puluhan=data%10;
data/=10;
ratusan=data%10;
data/=10;
ribuan=data%10;
}

Nah, Listing program yang diatas merupakan coding untuk menyalakan display 7Segment 4 digit, yang mana data masukan berasal dari PORTA dan PORTc terhubung dengan rangkaian display 7Segment. pada font yang berwarna merah merupakan coding yang harus anda modif dan tambahkan di listing program anda. Nah sampai disini sudah paham bukan, pasti bisa dan selamat mencoba. Mari kita sharing bersama.


Share/Bookmark

Jumat, 09 Oktober 2009

Kemasan IC (Packages)

Ditinjau dari teknik pembuatan dan bahan baku yang digunakan, terdapat4 (empat) jenis IC, yaitu : Jenis Monolithic, Thin film, dan Hybrid. Khusus untuk jenis hybrid, yang merupakan gabungan dari thin-film, monolithic dan thick-film. Terlepas dari teknik pembuatan dan bahan yang digunakan, keempat jenis IC tersebut dibalut dalam kemasan(packages) tertentu agar dapat terlindungi dari gangguan luar ,seperti terhadap kelembaban, debu, dan kontaminasi zat lainnya.
Kemasan IC dibuat dari bahan ceramic dan plastik, serta didesain untuk mudah dalam pemasangan dan penyambungannya.
Ada berbagai jenis kemasan IC dan yang paling populer dan umum digunakan, antara lain :
  1. DIP (Duel in- line Packages) = Mempunyai dua layer posisi kaki IC yaitu sebelah kanan dan kiri, yang menunjukkan nomor 1 adalah kaki pertama dibawah tanda lengkung pada badan IC pada garis sebelah kiri.
  2. SIP(Single in-line Packages) = IC jenis ini hanya mempunyai 1 layer posisi kaki yang terletak dibawah badan IC itu sendiri, yang menunjukkan kaki nomor 1 adalah kaki pertama dibawah tanda lengkung pada badan IC.
  3. QIP(Quad in-line Packages) =
  4. SOP(Small Outline Packages) = Pada dasarnya sama dengan tipe DIP hanya saja lebih ramping dan tipis, biasanya terpasang pada sisi layer bottom pada PCB.
  5. TO-5, TO-72,TO-202 dan TO-220 style Packages= Pada Jenis ini bentuknya seperti bentuk Transistor.
Share/Bookmark

Kamis, 08 Oktober 2009

Dinamika dan Model Kontrol Proses Industri

Materi
  • Pengertian Dinamika dan Model Proses Industri Sertakaitannya dengan Pengontrolan
  • Diagram Blok vs P&ID
  • Model Self Regulating Proses (FOPDT)
  • Model Non Self Regulating Proses(IPDT)
  • Model Dinamika Proses berdasarkan eksperimen
  • Model Dinamika Proses berdasarkan H.K. Fisika
  • Simulasi DinamikaProses dengan Simulink dan Labview
  • Berbagai StudiKasus
Dinamika Proses Industri

Penalaan merupakan suatu prosedur untuk mengatur parameter pengendali agar dapat memberikan pengendalian sesuai dengan yang dikehendaki. Sejumlah metoda penalaan konvensional salah satu diantaranya Ziegler-Nichols telah dipakai selama beberapa decade pada proses di industri Metoda tersebut mempunyai kelebihan yaitu mudah dalam penerapan serta memberikan hasil penalaan yang cukup baik. Pada umumnya metoda penalaan konvensional dilakukan dengan terlebih dahulu menyederhanakan suatu proses kedalam model proses yang berupa fungsi orde satu dengan waktu tunda (First Order Plus Dead Time yang disingkat FOPDT). Namun tidak semua proses dapat memenuhi model FOPDT karena adanya multi log (fasa tertinggal). Tingkat kesesuaian model suatu proses terhadap model FOPDT akan menentukan kualitas penalaan yang dapat diterapkan pada proses tersebut. Pada tulisan ini diperlihatkan perbandingan hasil penalaan dari beberapa metoda penalaan terhadap sejumlah proses yang mengandung multi log dan waktu tunda yang bervariasi.


Dua model yang umum dijumpai di industri:
  1. Model proses self regulating->FOPDT (First Order Plus Dead Time) yang dicirikan oleh 3 parameter: Transport delay, gain statis proses dan Time Constant. Model ini termasuk bersifat stabil, karena tanpa pengontrolan, model tersebut sudah dapat merugulasi sendiri.
  2. Model proses non self regulating-> IPDT (Integral Plus Dead Time) yang hanya dicirikan oleh 2 parameter : Transport delay dan Gain Intregative Process termasuk model yang tak stabil.
Sekilas Tentang Model Proses dan Pengontrolan
* Model proses bisa diartikan bahwa hubungan antara Variabel Input dan Variabel Output proses (Process Variable -PV) yang terlibat dalam suatu proses.

Ditinjau dari segi pengontrolan Variabel input dapat dibagi menjadi dua jenis diantaranya:
  1. Manipulated variabel, yang termasuk contoh dalam manipulasi variabel diantaranya adalah Laju aliran, laju steam, laju panas, laju konsentrasi,dll
  2. Exogenous variabel, yang termasuk contoh dalam Exogenousi variabel diantaranya Variabel input yang tidak dapat dimanipulasi. misal pada sistem kontrol ruang, salah satu variabel exogenous yang mempengaruhi temperatur ruang adalah temp lingkungan.
Secara teknis, manipulasi variabel oleh kontroler umumnya dilakukan lewat elemen penggerak yang terhubung dengan proses. Model yang perlu diketahui oleh perancang atau operator lapangan secara praktis adalah model yang merealisasikan variabel output proses yang dikontrol PV dengan variabel input proses yang berasal dari keluaran kontroler-CO, dengan kata lain penggerak yang terhubung pada proses dapat dipandang sebagai bagiab integral dari proses tersebut.
Hubungan CO terhadap PV

* Pengertian Gangguan = Dalam sistem kontrol, yang berlaku sebagai gangguan adalah perubahan atau variasi nilai variabel exogenous disekitar nilai steadynya (bukan nilai nominalnya). Gangguan lebih sering kita dengar daripada Exageneus yang mana gangguan bisa diartikan sebagai perubahan, perubahan yang akan mengakibatkan perubahan output yang ekstrim.
Sebagai contoh dalam sistem kontrol temperatur ruang, variabel gangguan yang mempengaruh i sistem kontrol adalah perubahan temperatur lingkungan disekitar nilai ambient-nya. Misal temperature AC 25 derajat C, sedangkan temperature diluar ruangan 35 derajat celcius. Suatu saat temperature diluar ruangan berubah ekkstrim dari yang semula 35 derajat Celcius menjadi 40 derajat Celcius secara otomatis temperature ruangan akan lebih panas.

Sekilas Tentang Prinsip pengontrolan SISO pada proses industri


Share/Bookmark

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More