Minggu, 18 Juli 2010

Koneksi database SQL ke VB NET

Rekan-rekan semua pada kesempatan kali ini saya sedang mencoba belajar menghubungkan database SQL dengan VB NET. Percobaan ini sekarang saya menggunakan MySQL 5.0 sebagai wadah databasenya.

Langkah yang pertama tentunya kita buat dulu databasenya beserta tabel yang akan kita gunakan, OK kita masih memakai consule, buka terlebih dahulu cmd prompt lalu masuk dulu ke server sql.

ketikkan
> mysql -p -uroot --port 3307;

Pemilihan nomer Port disini tergantung port yang temen-temen gunakan pada server sql di komputer masing-masing. kebetulan saya menggunakan port 3307. langkah selanjutnya buat database dengan mengetikkan perintah di bawah ini.

> create databases master_produk;

> use master_produk;

langkah selanjutnya buat tabelnya dengan perintah seperti di bawah ini, untuk lebih jelasnya silahkan lihat manual book tutorial MySQL:

> CREATE TABLE `master_produk`.`produk` (
`RECID` char(1) default NULL,
`DIVISI` char(1) default NULL,
`DEPART` char(2) default NULL,
`KATEGORI` char(2) default NULL,
`CAT_COD` char(5) default NULL,
`PRDCD` varchar(8) NOT NULL default '',
`PLUMD` varchar(8) default NULL,
`KDMERK` char(4) default NULL,
`MERK` varchar(15) default NULL,
`NAMA` varchar(30) default NULL,
`FLAVOUR` varchar(15) default NULL,
`KEMASAN` char(3) default NULL,
`SIZE` varchar(10) default NULL,
`SINGKATAN` varchar(30) default NULL,
`BKP` enum('N','Y') default 'N',
`SUB_BKP` char(1) default NULL,
`BBS_PPN` char(1) default NULL,
`DESC2` varchar(50) default '',
`FRAC` decimal(4,0) default '0',
`PSNDULU` char(1) default NULL,
`UNIT` varchar(4) default NULL,
`ACOST` decimal(15,6) default '0.000000',
`LCOST` decimal(15,6) default '0.000000',
`RCOST` decimal(15,6) default '0.000000',
`ACOST_1` decimal(15,6) default '0.000000',
`RCOST_1` decimal(15,6) default '0.000000',
`MARKUP` decimal(14,6) default '0.000000',
`PRICE` decimal(14,6) default '0.000000',
`PRDGRP` char(7) default NULL,
`CTGR` char(2) default NULL,
`KONS` char(1) default NULL,
`SUPCO` char(5) default NULL,
`PTAG` char(1) default NULL,
`TGL_TAMBAH` date default NULL,
`REORDER` decimal(7,0) default '0',
`KEL_ORD` char(1) default NULL,
`LENGTH` decimal(7,2) default '0.00',
`WIDTH` decimal(7,2) default '0.00',
`HEIGHT` decimal(7,2) default '0.00',
`K_LENGTH` decimal(7,2) default '0.00',
`K_WIDTH` decimal(7,2) default '0.00',
`K_HEIGHT` decimal(7,2) default '0.00',
`BERAT_SAT` decimal(7,0) default '0',
`BERAT_KRT` decimal(7,0) default '0',
`EXP_MONTH` decimal(5,0) default '0',
`BARCSTS` char(2) default NULL,
`KET` varchar(30) default NULL,
`TGL_HJB` date default NULL,
`TP_BELI` char(1) default NULL,
`RCG` decimal(6,0) default '0',
`BRG_AKTIF` enum('N','Y') default 'N',
`EXPRICE` decimal(11,3) default '0.000',
`PLUTABUNG` varchar(7) default NULL,
`OPENPRICE` char(1) default NULL,
`QTYTABUNG` decimal(6,0) default '0',
`NonSO` char(1) default NULL,
`NONRET` char(1) default NULL,
`ADDID` varchar(45) default NULL,
`ADDTIME` datetime default NULL,
`UPDID` varchar(45) default NULL,
`UPDTIME` datetime default NULL
) ENGINE=MyISAM DEFAULT CHARSET=latin1;


Setelah tabel sudah terbentuk langkah selanjutnya kita masuk ke Programming visual Basic Net. Pertama buat Form dengan komponen DataGridview dan MysqlConnenction.


Listing program sederhananya adalah sebagai berikut:

Imports mysql.data.mysqlclient
Public Class frmjabatan
Dim dv As DataView

Private Sub frmjabatan_Load(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles MyBase.Load
loaddata()
End Sub Private Sub loaddata()
Dim oconn As New mysqlconnection
Dim strsql As String
strsql = "Database=master_produk;server=localhost;user id=root;password=xxx;port=3307"
oconn = New MySqlConnection(strsql)
strsql = "select * from produk"

Dim ocmd As New MySqlCommand

ocmd = New MySqlCommand(strsql, oconn)

Dim ds As DataSet
ds = New DataSet

Dim dt As DataTable
dt = ds.Tables.Add("produk")

Dim da As MySqlDataAdapter
da = New MySqlDataAdapter(ocmd)

da.Fill(ds, "produk")

dv = New DataView
dv.Table = dt

DataGridView1.DataSource = dv

End Sub
End Class


Hasil Eksekusinya tampak seperti di bawah ini:



Share/Bookmark

Senin, 12 Juli 2010

Modul Proportional Integrator Differensiator

Modul PID atau Proportional Integrator Differensiator merupakan salah satu kontrol konvensional yang sampai sekarang masih tetap dipakai pada proses otomatisasi di industri karena kehandalannya. PID merupakan merupakan kontroler untuk menentukan presisi suatu sistem instrumentasi dengan karakteristik adanya umpan balik pada sistem tesebut. Komponen kontrol PID ini terdiri dari tiga jenis yaitu Proportional, Integratif dan Derivatif. Ketiganya dapat dipakai bersamaan maupun sendiri-sendiri tergantung dari respon yang kita inginkan terhadap suatu plant. sistem ini juga merupakan sistem kontrol loop tertutup yang cukup sederhana dan kompatibel dengan sistem kontrol lainnya sehingga dapat dikombinasikan dengan sistem kontrol lain seperti Fuzzy control, Adaptif control dan Robust control.

Fungsi alih H(s) pada sistem kontrol PID merupakan besaran yang nilainya tergantung pada nilai konstanta dari sistem P, I dan D
Sistem kontrol PID terdiri dari tiga buah cara pengaturan yaitu kontrol P (Proportional), D (Derivative) dan I (Integral), dengan masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan.Dalam perancangan sistem kontrol PID yang perlu dilakukan adalah mengatur parameter P, I atau D agar tanggapan sinyal keluaran sistem terhadap masukan tertentu sebagaimana yang diiginkan.

Untuk merancang sistem kontrol PID, kebanyakan dilakukan dengan metoda coba-coba atau (trial & error). Hal ini disebabkan karena parameter Kp, Ki dan Kd tidak independent. Untuk mendapatkan aksi kontrol yang baik diperlukan langkah coba-coba dengan kombinasi antara P, I dan D sampai ditemukan nilai Kp, Ki dan Kd seperti yang diiginkan.

Metode Pembelajaran Konvensional

Langkah awal dalam pembelajaran perancangan sistem kontrol yaitu menjelaskan bagaimana membuat diagram blok sistem. Diagram blok digunakan sebagai bahan analisis yaitu dengan memberikan aksi pengontrolan yang berbeda. Tanggapan sistem dapat dilihat setelah sistem diberikan sinyal masukan yang berbeda. Kombinasi antara sinyal masukan dan aksi pengontrolan ini akan menghasilkan tanggapan yang berbeda-beda. (Ogata, Katsuhiko, 1997) menjelaskan langkah-lamhkah yang harus dilakukan dalam perancangan sistem kontrol sebagai berikut:

(1) Memahami cara kerja system,
(2) Mencari model sistem dinamik dalam persamaan differensial,
(3) Mendapatkan fungsi alih sistem dengan Transformasi Laplace,
(4) Memberikan aksi pengontrolan dengan menentukan konstanta Kp, Ki dan Kd,
(5) Menggabungkan fungsi alih yang sudah didapatkan dengan jenis aksi pengontrolan,
(6) Menguji sistem dengan sinyal masukan fungsi langkah, fungsi undak dan impuls ke dalam fungsi alih yang baru,
(7) Melakukan Transformasi Laplace balik untuk mendapatkan fungsi dalam kawasan waktu,
(8) Menggambar tanggapan sistem dalam kawasan waktu

Dalam pembelajaran konvensional untuk melihat tanggapan suatu sistem dengan berbagai macam kombinasi sinyal masukan dan aksi pengontrolan merupakan hal yang sulit, diperlukan kesabaran dan ketelitian untuk mendapatkan hasil penggambaran yang baik dan hasilnya pun seringkali kurang akurat. Hal ini menjadikan mahasiswa merasa bahwa materi perancangan sistem control sangat sulit yang berdampak pada keengganan untuk mempelajari lebih jauh tentang materi sistem kontrol.

Metode Pembelajaran Dengan Simulasi Komputer

Hadirnya software komputer sangat membantu perhitungan dan proses analisis tanggapan sistem terhadap sinyal masukan dan aksi pengontrolan. Berbeda dengan perhitungan manual yang rumit dan lama, perhitungan dengan bantuan software komputer jauh lebih mudah dan cepat dan hasilnya tepat. Matlab merupakan salah satu software yang dikembangkan dalam bidang pengaturan yang dilengkapi Control Toolbox. Toolbox ini dilengkapi dengan berbagai macam fungsi pendukung yang dipergunakan dalam analisis sistem kontrol. Beberapa fungsi pendukung yang sering dipergunakan untuk menganalisis suatu sistem adalah : feedback, step, rlocus, series, dll. Untuk menganalisis suatu sistem, software hanya memerlukan masukan berupa fungsi alih yang ditulis dalam Transformasi Laplace (kawasan frekuensi) atau matriks ruang keadaan. Sebagai contoh, suatu sistem kontrol memiliki fungsi alih sebagai berikut :Gambar 2. Sistem rangkaian listrik RLC

Model matematik sistem dinamik dapat dituliskan dengan menggunakan Hukum Kirchoff Arus dan Tegangan sehingga menjadi :
Fungsi alih dari model dinamik sistem di atas dapat dilakukan dengan melakukan transformasi Laplace sehingga di dapat persamaan sbb:
Dari fungsi alih inilah akan dicari tanggapan sistem terhadap sinyal masukan yang beragam. Tanggapan sistem yang baik dari suatu sistem kontrol mempunyai criteria: Waktu naik cepat, Minimasi overshoot dan minimasi kesalahan keadaan tunak.
Adapun langkah-langah yang harus dilakukan untuk analisis dengan Matlab adalah menentukan nilai R, L dan C (misal R = 100 ohm, L = 1.25 mH dan C = 6250 uF) memasukkan koefisien pembilang (Ps) dan penyebut (Qs) dari fungsi alih, dan memilih jenis masukan yang akan dimasukkan ke sistem (fungsi langkah, undak, impuls atau lainnya).
Contoh penulisan Command Editor di Matlab


Tanggapan sistem terbuka diperlihatkan pada Gambar 3.
Gambar 3. Tanggapan sistem terhadap masukan fungsi langkah

tinggi sebesar 0,88 hal ini dapat dilihat pada tanggapan sistem menuju ke nilai amplitudo 0,12. Dari Gambar3 dapat juga diketahui bahwa sistem memiliki waktu naik yang lama (1,5 detik). Untuk menghasilkan sistem kontrol yang baik, diperlukan sistem loop tertutup.

Pembelajaran Aksi Kontrol Proporsional

Karakteristik aksi pengontrolan Proporsional adalah mengurangi waktu naik, menambah overshoot, dan mengurangi kesalahan keadaan tunak. Fungsi alih sistem dengan menambahkan aksi pengontrolan P menjadi :
Misal, diambil konstanta Kp = 80, maka :

Kp = 80;
Ps = [Kp];
Qs = [1 5 8+Kp];
t = 0 : 0.01 : 2;
step(Ps, Qs)
title(‘Tanggapan Sistem Loop Tertutup Proporsional’)

Gambar 4. Tanggapan sistem terhadap aksi kontrol proporsional

Penambahan aksi kontrol P mempunyai pengaruh mengurangi waktu naik dan kesalahan keadaan tunak, tetapi konsekuensinya overshoot naik cukup besar. Kenaikan overshoot ini sebanding dengan kenaikan nilai parameter Kp. Waktu turun juga menunjukkan kecenderungan yang membesar.

Pembelajaran Aksi Kontrol Proportional Derivative

Fungsi alih sistem dengan aksi pengontrolan PD menjadi :

Misal, Kp = 80 dan Kd = 6, maka :
Kp = 80;
Kd = 6;
Ps = [Kd Kp];
Qs = [1 5+Kd 8+Kp];
t = 0 : 0.01 : 2;
step(Ps, Qs)
title(‘Tanggapan Sistem Loop Tertutup PD’)

Tanggapan sistem ini diperlihatkan seperti Gambar 5.
Gambar 5. Tanggapan sistem terhadap aksi kontrol Proporsional Derivative

Pada grafik di atas terlihat bahwa penggunaan control Proporsional Derivative (PD) dapat mengurangi overshoot dan waktu turun, tetapi kesalahan keadaan tunak tidak mengalami perubahan yang berarti.

Pembelajaran Aksi Kontrol Proportional-Integral

Fungsi alih sistem dengan penambahan aksi pengontrolan PI menjadi :
Integral Controller memiliki karakteristik mengurangi waktu naik, menambah overshoot dan waktu turun, serta menghilangkan kesalahan keadaan tunak.
Misal, Kp = 9 dan Ki = 16, maka tanggapan sistem dapat diperoleh dengan cara menuliskan sintaks berikut dalam editor Matlab :

Kp = 9;
Ki = 16;
Ps = [Kp Ki];
Qs = [1 5 8+Kp Ki];
t = 0 : 0.01 : 2;
step(Ps,Qs)

Aksi kontrol P dan I memiliki karakteristik yang sama dalam waktu naik dan overshoot. Oleh karena itu, nilai Kp harus dikurangi untuk menghindari overshoot yang berlebihan.

Gambar 6. Tanggapan sistem terhadap aksi kontrol Proporsional Integral

Dari grafik gambar 6 di atas terlihat bahwa waktu naik sistem menurun, dengan overshoot yang kecil, serta kesalahan keadaan tunak dapat diminimalkan. Tanggapan sistem memberikan hasil yang lebih baik daripada aksi control sebelumnya tetapi masih mempunyai waktu naik yang lambat.

Pembelajaran Aksi Kontrol Proportional-Integral-Derivative

Aksi kontrol PID merupakan gabungan dari aksi P, I dan D dan fungsi alih sistem menjadi :
Kp = 85;
Ki = 90;
Kd = 20;
Ps = [Kd Kp Ki];
Qs = [1 5+Kd 8+Kp Ki];
t = 0 : 0.01 : 2;
step(Ps,Qs)
title(‘Tanggapan Sistem Loop Tertutup PID’)


Gambar 7. Tanggapan sistem terhadap aksi kontrol PID

Dengan aksi kontrol P, I dan D, terlihat bahwa kriteria sistem yang diinginkan hampir mendekati, terlihat dari grafik tanggapan sistem tidak memiliki overshoot, waktu naik yang cepat, dan kesalahan keadaan tunaknya sangat kecil mendekati nol. Grafik tanggapan sistem terhadap sinyal masukan fungsi langkah, tergantung pada nilai parameter Kp, Kd dan Ki.

Share/Bookmark

Proses sampling/pencuplikan

Sebenarnya saya ga tahu Proses Sampling atau pencuplikan ini apa sih... Aku dapat mata kuliahnya namun aku ga tahu sama sekali, sehingga aku coba cari tahu ah ya biasa lewat mbah google...

Proses Sampling ini ternyata mengubah representasi sinyal yang tadinya berupa sinyal kontinyu menjadi sinyal diskrit, dapat juga diibaratkan sebagai sebuah sakelar on/off yang membuka dan menutup setipa periode tertentu (T).

Sinyal Sampling ideal (r*(t)) dapat kita nyatakan dalam bentuk perkalian sinyal input r(t) dan sinyal impuls (P(t))

Share/Bookmark

Sabtu, 05 Juni 2010

Belajar VB Net

Praktek yang pertama saya mencoba bikin aplikasi standar dulu ah. Maklum masih pemula dalam hal programming. Kali ini saya akan belajar bahasa Pemrograman VB. Net. Pertama bikin form seperti dibawah in:


Beberapa komponen yang dibutuhkan diantaranya adalah:
- Textbox1
- Timer1
- StatusStrip1 (- ToolStripStatusLabel1, ToolStripStatusLabel2)

Listing Programnya adalah sebagai berikut :

Public Class Form1
Dim waktu As Date
Dim tanggal As String
Dim pass As String
Dim PASS1 As String
Dim password As String

Private Sub Timer1_Tick(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.EventArgs) Handles Timer1.Tick
waktu = Format(Now(), "HH:mm:ss")
tanggal = Format(Now(), "ddd, dd-MM-yyyy")
ToolStripStatusLabel1.Text = tanggal
ToolStripStatusLabel2.Text = waktu
pass = Format(Now(), "mm")
PASS1 = Format(Now(), "ddMM")
password = PASS1 + pass
TextBox1.Focus()
End Sub

Private Sub TextBox1_KeyPress_1(ByVal sender As System.Object, ByVal e As System.Windows.Forms.KeyPressEventArgs) Handles TextBox1.KeyPress
If e.KeyChar = Chr(13) Then
Me.TextBox1.Focus()
If TextBox1.Text = password Then
MsgBox("Password Yang Anda Masukkan Benar")
TextBox1.Clear()
TextBox1.Focus()
Else
MsgBox("Password Yang Anda Masukkan Salah")
TextBox1.Clear()
TextBox1.Focus()
End If
End If
End Sub
End Class

Minggu, 30 Mei 2010

Belajar Programming T-Sql Consule

Sudah Lama sekai nich aqu tidak lagi menggerakan jari - jari tanganku di atas Keyboard komputer lamaku.....

Ah untuk saat ini aku lagi belajar Database MySql dan sengaja kutuangkan di dalam Blogku, agar sewaktu-waktu aku bisa membukanya kapanpun dan mungkin temen-temen bisa belajar bersama bagaimana bermain dengan Database Programming T-Sql.

Pertama yang dibutuhkan untuk bisa bermain dengan Programming T-Sql tentunya Sql Server. Tapi disini aku pakai software Appserv aja,,,,, Karena apa? ya karena aku tahunya baru itu aja dulu. Nah setelah Appserv berhasil diinstall di komputer kita. Kita langsung aja menuju ke TKP yaitu pakai Command Promptnya Windows. Karena kita belajar pakai consule dulu... Setelah Terinstal pastikan Service Sql pada service Administrative tools dalam kondisi start, caranya masuk dulu ke Control Panel dan pilih Administrative Tools.


Perintah yang pertama kita tulis untuk masuk ke sever Sql kita caranya lumayan mudah, perintahnya adalah sebagai berikut.

D:\>mysql -p -uroot -h localhost
Enter password: ******

Tulis
an yang berwarna merah adalah perintah yang kita ketikkan. Karena kita masuk menggunakan administrator root maka perintahnya menggunakan -uroot dan -h localhost karena kita belajar di komputer pribadi yang tidak terhubung dengan suatu jaringan. Password diatas yaitu password root sesuai dengan yang kita isikan pada saat kita pertama kali menginstall Appserv.

Karena kondisi Komputer kita masih kosong, langkah yang pertama tentunya kita buat database terlebih dahulu. Nah perintahnya adalah ini:

kita ketikkan perintah ini untuk melihat database yang ada:

mysql> show databases;

Cara membuat databasenya adalah sebagai berikut:


mysql> create database pegawai;

Nah Setelah kita membuat database yang kita inginkan, kita cek dulu lagi dengan perintah

mysql> show databases;

Ingat setiap selesai menulis sintak jangan lupa diakhri dengan tanda (;). Langkah selanjutanya kita pilih dulu database yang kita buat tadi dan setelah itu kita tinggal buat tabel-tabel yang dibutuhkan:

mysql> use pegawai;

mysql> create table identitas2(NIP varchar(5), nama varchar(25), kota varchar(15), tgl date , jenis_kel char(1));

mysql> desc identitas2;

mysql>insert into identitas2 values('0001','Andi','Semarang','2010-05-05','L');

mysql>insert into identitas2 values ('0002','Agus','Semarang','2010-05-04','L'), ('0003','Ani','Semarang','2010-05-05','P');

mysql> alter table identitas2 add alamat varchar(5) after nama;

mysql> alter table identitas2 change tgl tanggal date;

mysql> alter table identitas2 change tgl tanggal date;

mysql> alter table identitas2 modify kota char(10);

mysql> alter table identitas2 change jenis_kel sex char(1);

mysql> alter table identitas2 modify sex enum('P','L','l','p');


Share/Bookmark

Kamis, 31 Desember 2009

Baca ADC

Pada artikel lalu kita mencoba bagaimana menampilkan data yang dikirim melalui portA dan ditampilkan pada display 7segment dalam bobot desimal. Nah...... sekarang kita mencoba ambil data dari hasil pembacaan adc internal. Gimana caranya,,, sangat mudah (jika kita bisa).... key...

Kita masih menggunakan rangkaian yang sama seperti kemaren. Dan sungguh sangat mudah, kita hanya menambahkan beberapa subroutin saja. Karena kita masih terbilang pemula kita pakai saja fasilitas Wizard dari Code Vision yang ada. Pertama kita aktifkan fungsi ADC internal dulu. Nach... ini caranya..



Kita masih pakai Listing Code yang kemaren dan tinggal kita tambahkan beberapa baris subroutin, Nach Listing codenya seperti ini :

;
;

while (1)
{
// Place your code here
nilai=read_adc(0);
data=nilai/1024;
data=data*500;
hextobcd(data);
tulis_7segmen ();
};
}

Nach... Listing tepat dibawah While(1) tinggal diganti saja dengan potongan listing code seperti diatas. Penjelasannya adalaha masukan dari Pin adc0 akan disimpan pada variable nilai (inget... pakai variable float saja), setelah itu bobot pada variable nilai dibagi 1024 karena adc yang kita pakai 10 bit, tapi kalau kita pakai 8 bit ya dibagi 256. Setelah dibagi dengan bobot bit adc langkah selanjutnya dikalikan dengan tegangan referensi dari adc internal yang kita pakai. Pada contoh ini teg referensi yang dibapakai 5 Volt maka dikalikan dengan 500 jika kita pakai 2.56 v maka dikalikan dengan 256. dah sekarang silahkan coba, Semoga berhasil.

Share/Bookmark

Jumat, 06 November 2009

Desain Program dengan Metode State Chart

Pada Tutorial kali ini, aqu akan mencoba membagikan apa yang aqu tau. Pada tulisan aqu ini, aqu akan menjelaskan bagaimana caranya kita bikin program. Tapi sesi kali ini aqu akan menjelaskan dari sisi pendesain bukan dari sisi programmer, walau nanti kita akan membahas bagaimana realisasi programnya juga, so ga usah khawatir. Artikel ini hanya akan mengambil contoh yang sederhana saja, karena,,,, maklum aqu juga lagi belajar.

Temen-temen pasti sudah tau dan sering mendengar dengan Algoritma Flow Chart atau diagram alir, Yah bagi kita khususnya dari teknik elektro maupun elektronika sudah sering menggunakan Algoritma diagram alir untuk mendesain suatu program. Namun kalau misalnya ditelaah lebih dalam, ada kalanya diagram alir kurang cocok untuk perancangan program yang relatif besar dan kompleks atau yang bersifat reaktif, kadang kala kita juga terlalu memaksa, bisanya jika program itu besar dan sangat kompleks, kita paksakan dengan diagram alir agar permasalahan dapat terselesaikan. Jadi aqu saranin jika nantinya kita mau merancang sistem kontrol yang mempunyai karakteristik reaktif dan selalu selalu berinteraksi dengan lingkungan (seperti aplikasi user interface, kontrol proses, kontrol pengawasan, dsb.), maka Statechart merupakan metode yang sangat cocok digunakan sebagai basis perancangan.

Namun Sedangkan jika sistem yang akan anda bangun cenderung bersifat transformatif (seperti aplikasi akusisi dan pengolahan data), maka metode yang nampaknya tepat digunakan diantaranya adalah diagram flow chart.

Nah... pada tulisan aqu ini, aqu akan mengenalkan Metode FSM (Finite State Machine) atau yang sering disebut Diagram state (State Chart Machine) adalah salah satu meode untuk menggambarkan proses operasi sebuah sistem. Sistem berbasis keadaan dapat digambarkan dengan keadaan-keadaan sistem tersebut dan transisi diantaranya. FSM ini merupakan metode yang relatif lebih mudah dan kita tidak lagi dipusingkan dengan beberapa aturan, jika pada Flow Chart kita harus mengikuti beberapa aturan seperti bentuk-bentuk dan simbol dari Flow Chart tersebut. Namun pada metode FSM kita hanya akan mengenal bentuk lingkaran saja dan anak panah, hal tersebut juga tidak ada aturan baku. jadi mau bentuk kotak, lonjong atau apapun terserah anda.

Nah... sekarang kita akan masuk pada sesi bagaimana caranya merancang dengan FSM. Pada contoh yang paling sederhana dengan 2 keadaan (state). Penjelasan gambar dibawah ini ada dua kondisi yaitu state On dengan state Off, yang mana kondisi awal adalah state Off, dan transisi akan menuju ke state On bilamana ada masukan Off maka state akan menuju ke state Off dan jika dari state Off mendapat masukan yang sesuai dengan masukan On maka state sekarang akan menuju ke state On. Begitu akan seterusnya kondisi seperti itu berlangsung.


under construction

Share/Bookmark

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More